Kamis, 15 Maret 2012

D. Zawawi Imron: Tulislah dengan Cinta (2)


Cihui........Saya mereproduksi (lagi...)!

Batu karang mendidih buih
Tapi cakrawala tetap tersenyum
Cakrawala birumu jingga
Jinggamu biru
Horison lembut melepas rindu
Rindu bertemu laut
Tenang dalam kemelut damai

Ayo, silahkan dianalisis! Rasa jiwa begitu lega karena kembali menulis puisi lagi. Beberapa tahun belakangan, saya kering kerontang akan ide untuk bergumul dalam puisi. Kehilangan daya cipta membuat perasaan ganjil merongrong. Kesibukkan menggigit hingga kantung imajinasi itu bocor. Gawatnya, saya baru menyadari saat semua sudah meranggas sekarat.
Saya rasanya begitu terselamatkan karena hadir di sebuah acara temu sastra. Acara tersebut dengan pembicara sastrawan nasional, D. Zawawi Imron. Beliau memberikan tips menulis puisi dalam acara tersebut.
Dilandasi keyakinan bahwa di luar sana banyak rekan-rekan yang gemar berapresiasi, saya akan memaparkan dengan ringkas tips-tips dari beliau. Tips tersebut sebagai berikut.
Tips Pertama: Indah
Ubahlah sudut pandang dengan berpikir dan merasakan keindahan. Keindahan akan membawa dampak luar biasa. Beliau mengutip untuk memerjelas, “Barang siapa yang tidak ada keindahan di dalam diri maka tidak akan mampu melihat keindahan alam”(lupa saya dari siapa).
Tips Kedua: Empati
Keindahan yang bertebaran pun tidak akan cukup jika hati kita tidak memiliki empati. Sensitifitas luar biasa saat melihat kondisi di sekitar maupun dalam diri merupakan bekal lainnya.
Tips Ketiga: Imajinasi
Keindahan dan empati tidaklah cukup. Permanislah karya dengan sentuhan imajinasi. Imajinasi bukanlah sesuatu yang sifatnya instan. Jangan ragu-ragu untuk menuliskan isi benak adalah cara latihan yang paling bagus.
Kritik dan saran memang kita butuhkan untuk menjadi semakin baik. Namun, jangan jadikan hal itu untuk memagari kreatifitas kita. Terus berkarya! Terus menulis! ^_^V

Catatan: Saya bukan seorang ahli, masih butuh banyak belajar. Saya Cuma seseorang yang mencoba berbagi. Silahkan tinggalkan komentar, saran, dan kritik Anda! (:

Sabtu, 10 Maret 2012

D. Zawawi Imron: Kearifan; Sastra Inspiratif (1)


Penulis bukanlah penulis apabila berhenti menulis, suatu hal sederhana yang bermakna dalam. Apabila diucapkan akan terasa begitu enteng, tetapi jika dilaksanakan perlu usaha keras juga untuk menjaga konsistensinya. Apalagi kualitas isi yang senantiasa bermutu.

Sempat ada kemelut jiwa, perihal kiprah penulisan saya. Apakah dititikberatkan pada kuantitas atau kualitas? Jawaban terhadap kemelut itu malah seolah datang dengan sendirinya melalui temu sastra, Senin lalu. Sosok yang mampu mencerminkan kearifan lokal atas nusantara kita membahanakan suaranya hingga sudut-sudut kampus. D. Zawawi Imron, masih penuh semangat dan mampu menebarkan gairahnya. Podium tak mampu menjadi latar yang menggukung, beliau tak hanya berpidato, berdiskusi, namun juga mementaskan epik yang luar biasa.

Perawakannya yang sepuh membuat saya teringat pada nenek. Mereka begitu kental melempar gaya bahasa berisi kearifan lokal. Kearifan hidup yang begitu lekat dengan kita sehari-hari. Hal tersebut jugalah yang kian membakar semangat saya. Jika man jadda wa jadda kian santer terdengar belakangan ini maka beliau punya cara berbeda untuk mengibarkan asa dengan jiwa kerja keras.

“Masalah!” Teriaknya lantang kemudian melanjutkan kalimatnya, “.... aku punya Tuhan...” "Aku tak taku padamu."
Intonasi teriakkan beliau mampu menciptakan efek tegas dan romantis bersamaan. Beliau memberikan pencerahan bahwa semua masalah akan dapat diselesaikan. Kita tidak harus fokus pada kemelut masalah. Kerja keras akan membuat kita mampu melampaui masalah. Beliau pun menambahkan.
“Belakang parang yang diasah bisa tajam...,” ujar beliau dengan sinar mata penuh kesungguhan, namun dengan ekspresi lembut penuh kasing sayang.
“Asalkan tidak kebanyakkan nonton tv saja,”

Selasa, 14 Februari 2012

Intropeksi (juga...)


Sungguh dirasa begitu lama dari posting saya yang terakhir. Namun, hal itu juga yang menyebabkan saya sadar dan seketika membuka mata atas kondisi blog ini. Sungguh blog yang kacau. Apalagi, saya pernah memuat tulisan yang ketika dipublikasikan cuma tinggal judulnya saja. Waduh... waduh... pasti saat itu ada yang konslet dan sepertinya itu otak saya.

Akhir pekan yang lalu, saya mendapatkan pengalaman begitu menarik. Rincian kejadiannya yaitu:
Dosen: "Sini kamu Nuryani."
Saya : menurut saja
Dosen: "Kamu ini, ini bukan begini! ini bukan begitu!"
sambil menggerakkan tangan dengan aktif mencoret-coret
Saya : menatap nanar pada calon skripsi
"Pake kata ganti aja ya pak?"
Dosen: "Iya...iya..."
Saya : "Kata hubungnya juga dicek lagi ya Pak..."
Dosen: "Iya...iya..., ne juga komanya. Kan udah ada teori baku."
Saya : lemas tingkat tinggi

Tak lama seiring terima kasih dan rasa nanar, saya berpamitan sambil melihat sosok berbaju tenis itu menghilang di pintu.
Hari itu, saya serasa di smash habis-habisan. Begonya saya, serasa dunia menimpa kepala karena terlalu besarnya kepala. Ironisny karena tersugesti sama pendapat2 di luar sana yg sllu saja bilang "Apa sih susahny B.Indo?" dengan nada meremehkan.

Sabtu, 28 Januari 2012

sting: Message In A Bottle


ust a castaway
An island lost at sea
Another lonely day
With no one here but me
More loneliness
Than any man could bear
Rescue me before I fall into despair

I'll send an SOS to the world
I'll send an SOS to the world
I hope that someone gets my
I hope that someone gets my
I hope that someone gets my
Message in a bottle
[Message in a bottle]

A year has passed since I wrote my note
But I should have known this right from the start
Only hope can keep me together
Love can mend your life
But love can break your heart

I'll send an SOS to the world
I'll send an SOS to the world
I hope that someone gets my
I hope that someone gets my
I hope that someone gets my
Message in a bottle
[Message in a bottle
Oh, message in a bottle
Message in a bottle]

Walked out this morning
Don't believe what I saw
A hundred billion bottles
Washed up on the shore
Seems I'm not alone at being alone
A hundred billion casatways
Looking for a home

I'll send an SOS to the world
I'll send an SOS to the world
I hope that someone gets my
I hope that someone gets my
I hope that someone gets my
Message in a bottle
[Message in a bottle
Message in a bottle
Message in a bottle]

Sending out an SOS...

Senin, 23 Januari 2012

Laka Lantas, Tanggung Jawab Siapa?